Getaran adalah hal yang wajar dalam pengoperasian alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, motor grader, hingga dump truck. Namun ketika getaran mulai terasa lebih kuat dari biasanya, kondisi ini menjadi tanda adanya gangguan pada komponen mesin atau struktur alat. Getaran berlebih tidak hanya mengurangi kenyamanan operator, tetapi juga dapat mempercepat keausan, menurunkan performa, meningkatkan konsumsi bahan bakar, hingga menimbulkan risiko keselamatan di lapangan. Itulah mengapa masalah getaran tidak boleh dianggap sepele.

Untuk mengatasi getaran berlebih, operator dan teknisi harus memahami gejala, penyebab, dan metode perbaikan yang paling tepat. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap penyebab umum getaran berlebih pada alat berat serta langkah-langkah efektif untuk mengatasinya agar alat berat dapat bekerja dengan aman, stabil, dan efisien.

Solusi untuk Mengurangi Getaran Berlebih pada Alat Berat

1. Memeriksa Kondisi Komponen Mesin

Mesin adalah salah satu sumber utama getaran pada alat berat. Ketika mesin tidak bekerja secara seimbang, getaran akan merambat ke seluruh rangka alat.

Beberapa penyebab getaran mesin antara lain:

  • Mounting engine aus atau retak
  • Injector kotor atau bermasalah
  • RPM mesin tidak stabil
  • Fan belt tidak seimbang
  • Kerusakan pada crankshaft atau flywheel
  • Sistem pengapian (untuk mesin bensin) atau sistem injeksi (untuk diesel) tidak optimal

Solusi untuk mengatasi getaran pada mesin adalah melakukan inspeksi menyeluruh. Cek kondisi mounting engine, periksa keseimbangan putaran mesin, bersihkan atau kalibrasi injector, serta pastikan tension belt sesuai spesifikasi. Jika getaran berasal dari flywheel atau crankshaft, alat harus dihentikan untuk pemeriksaan mendalam di workshop.

2. Memeriksa Sistem Hidrolik yang Menyebabkan Vibrasi

Sebagian besar alat berat mengandalkan sistem hidrolik untuk menggerakkan komponen utamanya. Sistem hidrolik yang tidak sehat dapat menyebabkan getaran yang terasa saat boom, arm, bucket, blade, atau lift bergerak.

Beberapa penyebab umum:

  • Aerasi (udara masuk ke oli hidrolik)
  • Oli hidrolik kotor atau kualitas menurun
  • Pompa hidrolik aus
  • Valve hidrolik bermasalah
  • Filter hidrolik tersumbat

Getaran dari hidrolik biasanya terasa sebagai hentakan (jerking) pada pergerakan alat.

Solusi:

  • Ganti oli hidrolik jika sudah berubah warna atau tercampur udara.
  • Lakukan bleeding untuk menghilangkan udara dalam sistem.
  • Bersihkan atau ganti filter hidrolik.
  • Periksa kondisi pompa dan valve.

Jika dibiarkan, masalah hidrolik tidak hanya menyebabkan getaran tetapi juga kehilangan tenaga dan potensi kerusakan besar.

3. Memastikan Undercarriage atau Ban dalam Kondisi Optimal

Getaran berlebih sering kali berasal dari komponen yang bersentuhan langsung dengan permukaan tanah. Untuk alat berat bertrack seperti excavator, bulldozer, dan crawler loader, undercarriage menjadi komponen kritis. Sedangkan pada wheel loader, grader, dan dump truck, ban menjadi faktor utama.

Penyebab getaran dari undercarriage:

  • Track tension terlalu kencang atau longgar
  • Roller aus
  • Sprocket tidak rata
  • Track shoe bengkok
  • Wear plate mengalami kerusakan

Penyebab getaran dari ban:

  • Tekanan ban tidak sesuai
  • Ban tidak balance
  • Ban retak atau benjol
  • Rims bengkok

Solusi:

  • Setel ulang ketegangan track sesuai standar pabrikan.
  • Lakukan pemeriksaan visual rutin untuk mendeteksi kerusakan pada roller dan sprocket.
  • Atur tekanan ban sesuai beban dan kondisi medan.
  • Lakukan balancing ban secara berkala.

Ketika komponen bawah tidak stabil, seluruh alat akan merasakan getarannya.

4. Mengecek Kondisi Attachment dan Pin-Bushing

Bucket, blade, ripper, fork, dan attachment lain bisa menjadi sumber getaran jika kondisinya longgar atau sudah aus. Pin dan bushing yang kendur akan menyebabkan attachment bergerak tidak stabil sehingga menimbulkan getaran yang merambat ke kabin operator.

Solusi:

  • Periksa pin dan bushing secara berkala.
  • Pastikan quick coupler bekerja sempurna dan tidak melemah.
  • Greasing semua titik pivot secara rutin.
  • Ganti komponen yang mengalami keausan tinggi.

Masalah kecil pada attachment seringkali memicu getaran besar saat alat bekerja di lapangan.

5. Pemeriksaan pada Sistem Swing dan Steering

Pada alat seperti excavator, getaran sering muncul ketika swing digunakan. Ini biasanya disebabkan oleh:

  • Backlash pada swing bearing
  • Grease kurang
  • Swing motor aus
  • Gear planetary mengalami kerusakan

Pada alat beroda, getaran bisa muncul dari sistem steering jika:

  • Kingpin aus
  • Tie rod longgar
  • Steering cylinder bocor

Solusi:

  • Lakukan pengecekan grease pada swing bearing
  • Periksa backlash secara manual
  • Perbaiki komponen steering yang longgar

Sistem swing dan steering yang tidak stabil dapat membahayakan operator, terutama di medan curam.

6. Mengurangi Beban Berlebih dan Cara Operasi yang Salah

Getaran sering terjadi bukan karena kerusakan komponen, tetapi akibat cara operasi yang kurang tepat. Overload pada bucket, menggali terlalu agresif, atau mengayun terlalu cepat dapat menghasilkan hentakan besar.

Solusi:

  • Gunakan mode kerja sesuai kebutuhan (economy, standard, atau power mode).
  • Hindari mengisi bucket hingga melebihi kapasitas.
  • Gerakkan alat secara halus dan bertahap.
  • Hindari kecepatan travel berlebih di medan tidak rata.

Operator berpengalaman mampu mengurangi getaran secara signifikan hanya dengan teknik kerja yang lebih baik.

7. Melakukan Inspeksi Rutin dan Preventive Maintenance

Getaran berlebih adalah tanda bahwa perawatan alat belum optimal. Maintenance preventif adalah cara terbaik untuk mendeteksi masalah sebelum menjadi besar.

Pentingnya inspeksi rutin:

  • Mengurangi downtime
  • Memperpanjang umur komponen
  • Meningkatkan keamanan kerja
  • Menjaga performa alat agar tetap maksimal

Langkah preventive maintenance meliputi:

  • Greasing harian
  • Pemeriksaan undercarriage setiap 250 jam
  • Pengecekan oli hidrolik dan filter setiap 500 jam
  • Overhaul mesin sesuai jam kerja
  • Pengecekan baut yang mungkin mengendur karena getaran

Semua langkah ini membantu menjaga stabilitas alat berat.

8. Menggunakan Teknologi Monitoring Getaran

Beberapa alat berat modern dilengkapi sensor getaran untuk mendeteksi masalah lebih awal. Teknologi ini dapat memberikan sinyal ketika komponen kritis mulai mengalami kelainan. Jika alat Anda memiliki fitur ini, manfaatkan untuk pemeliharaan yang lebih akurat.

Kesimpulan

Getaran berlebih pada alat berat bukanlah hal yang boleh diabaikan. Getaran adalah sinyal bahwa ada komponen yang bekerja tidak normal dan membutuhkan perhatian segera. Penyebabnya dapat berasal dari mesin, hidrolik, undercarriage, attachment, steering, swing, hingga cara pengoperasian yang salah. Dengan memahami gejala, melakukan inspeksi rutin, serta menerapkan teknik operasi yang tepat, operator dapat mengurangi risiko kerusakan, meningkatkan keamanan, dan menjaga produktivitas alat berat.

Perawatan yang baik, pengetahuan teknis operator, serta ketepatan dalam menangani masalah sejak dini adalah kunci utama untuk memastikan alat berat bekerja dengan stabil dan efisien tanpa getaran berlebih. Dengan langkah yang tepat, alat berat dapat beroperasi lebih lama, lebih aman, dan memberikan hasil kerja optimal di berbagai medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *